NAGOYA-Walikota Batam Drs H Ahmad Dahlan diminta mengganti kepala dinas yang sering mengeluh dan tidak tegas di dalam menjalankan tugas dan kewenangannya sesuai dengan tugas dan fungsi pokoknya (tupoksi). Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Kadisperindag) Ahmad Hijazi paling mendapat sorotan.
"Kita minta kepada Pak Dahlan untuk mengganti kadis yang lebay, tidak tegas, banyak mengeluh dan tidak mampu menjalankan tupoksinya. Dalam hal ini, kita melihat yang paling parah adalah Kadisperindag Ahmad Hijazi," kata Ketua Gerakan Nasional Pemberantasan Korupsi (GNPK) Kota Batam, Kamis (9/6) di Nagoya Batam.
Menurut Agus, Disperindag Kota Batam di bawah kepemimpinan Hijazi terkesan lepas tangan ketika terjadi kelangkaan dan kenaikan harga bahan pokok, masalah bahan bakar minyak (BBM), razia handphone Cina oleh institusi lain tanpa sepengetahuan Disperindag yang membuat pedagang tidak tenang dan lainnya. Padahal persoalan itu termasuk dalam kewenangan Disperindag. Ketidaktegasan Disperindag menimbulkan praktik ilegal, ajang pungli dan lain sebagainya yang ujung-ujungnya merugikan masyarakat.
"Kondisi Disperindag seperti ini telah berlangsung lama. Makanya perlu dievaluasi. Kami meminta Pak Dahlan mengganti atau merotasi pejabatnya. Mungkin saja karena yang bersangkutan telah berkarat di jabatan itu sehingga tak ada lagi inovasi dan kepekaan," sebut Agus.

